Manisnya Ada Di Bawah
"Aduk aja dulu."
Sering bukan? Membeli minuman di restoran atau warung-warung di tiap sedotan pertamanya terkadang kita harus menjumpai rasa "tidak manis" alias hambar.
Lupa kasih gula?
Apa memang rasa minumannya yang aneh?
Terkadang memang mengalahkan ekspetasi rasa minuman yang manis dan segar ketika sudah menjumpai minuman yang seperti ini.
Aduk saja, manis minuman terkadang memang "ada di bawah".
Jika kita mencoba untuk terus mengaduknya, kita akan merasakan manis yang semula kita rasa tidak ada.
Seperti, saat kita mengira bahwa dia yang baru saja hadir dikehidupan kita. Terkadang kita berpikir bahwa dia membosankan, kita berpikir bahwa "kok begini-begini saja" alias hambar. Tapi ketika kita mencoba "mengaduk-aduk" dengan membuat secuil momen berdua, disana akan terasa manis yang merata.
Sering bukan? Membeli minuman di restoran atau warung-warung di tiap sedotan pertamanya terkadang kita harus menjumpai rasa "tidak manis" alias hambar.
Lupa kasih gula?
Apa memang rasa minumannya yang aneh?
Terkadang memang mengalahkan ekspetasi rasa minuman yang manis dan segar ketika sudah menjumpai minuman yang seperti ini.
Aduk saja, manis minuman terkadang memang "ada di bawah".
Jika kita mencoba untuk terus mengaduknya, kita akan merasakan manis yang semula kita rasa tidak ada.
Seperti, saat kita mengira bahwa dia yang baru saja hadir dikehidupan kita. Terkadang kita berpikir bahwa dia membosankan, kita berpikir bahwa "kok begini-begini saja" alias hambar. Tapi ketika kita mencoba "mengaduk-aduk" dengan membuat secuil momen berdua, disana akan terasa manis yang merata.

Komentar
Posting Komentar