Dua Api yang Pernah Saling Membara
Hei,
Apa kabar?
Tenang, aku tidak berniat mengganggu kehidupanmu
Aku hanya ingin berterima kasih,
Untuk apa? Jangan tanya
Kamu adalah satu-satunya orang yang pernah membuat aku merasa sangat dicintai, dijaga, diperjuangkan
Meski pada akhirnya aku tau, semua jerih payahmu hanya ku abaikan
Tapi ketahuilah, aku tak pernah berniat mengabaikan
Tidak... tidak...
Malam ini aku tidak berniat mengulang itu semua
Seperti yang ku bilang, aku hanya ingin berterima kasih atas itu semua
Sekaligus, aku ingin benar-benar memastikan bahwa semua yang ku yakinan dulu benar adanya
Aku yakin bahwa kelak kita akan menjadi dua orang asing yang hanya sekedar menyapa
Aku tidak menyangka bahwa itu sudah benar-benar terjadi pada kita
Memang sudah seharusnya,
Aku membiarkan api kita sama-sama redup hingga padam
Meski sebelumnya sempat membara dan hampir melahap semuanya
Melahap kenyataan yang ada bahwa kau dan aku tidak akan bisa bersama
Tapi pada akhirnya aku lebih memilih mematikan dengan paksa api yang kupunya, tanpa mau tersulut oleh apimu lagi setelahnya
Dan aku tau, kau akan melakukan hal yang sama
Sudahlah,
Mengapa jadi panjang?
Padahal tadinya aku hanya ingin mengucap dua kata
Terima kasih,
Ya, terima kasih karena sudah pernah membuat kita menjadi dua api yang pernah saling membara
Di kota ini, di tanggal ini, di tahun ini.

Komentar
Posting Komentar